Home » Tips Kesehatan » Pengobatan Batu Ginjal dengan Metode Tembak Laser / ESWL

Pengobatan Batu Ginjal dengan Metode Tembak Laser / ESWL

Wednesday, October 18th 2017. | Tips Kesehatan

Pengobatan Batu Ginjal dengan Metode Tembak Laser / ESWL

Pengobatan Batu Ginjal dengan Metode Tembak Laser

Pengobatan Batu Ginjal dengan Metode Tembak Laser

Well, saya ingin berbagi sepucuk kisahku tentang pengobatan batu ginjal dengan metode ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) adalah tindakan memecah batu yang ditembakkan dari luar tubuh dengan menggunakan gelombang kejut yang dapat memecah batu menjadi pecahan yang halus, sehingga pecahan tersebut dapat keluar.

Ingin tahu gejala pertama yang saya alami?? yuk simak kisahku.. cekidot…

Gejala awal yang saya  alami waktu itu rasa capek pada perut bagian bawah-pinggang, tapi saya nggak menghiraukan karena ndak begitu mengganggu activitas. Namun tahun demi tahun berganti sekitar tahun 2013-an waktu itu memasuki kuliah semester 5-an dimana sudah memasuki tahap kesibukan, saya merasakan nyeri yg amat sakit dibagian perut bawah kiri-pinggan menusuk sampai belakang. Awalnya saya ndak tau kalau saya terserang batu ginjal, setelah memasuki salah satu RS (1) didaerah Kudus-Jawa Tengah ternyata hasil USG pertama saya terdeteksi terdapat batu ginjal namun masih dengan ukuran yang sangat kecil jadi saya dan keluarga hanya memutuskan untuk meminum obat dari RS (1) + ramuan herbal.

Kisahku…

Tahun pun berganti, namun batu tak kunjung keluar, saya tetep rutin check up ke RS (1) saya cuma dikasih obat, sayapun tetap minum obat sampai memasuki tahun 2015 apapun saya minum namun tak ada hasil. Sakit yang saya rasakan semakin parah, memasuki bulan juli 2015 bertepatan dengan bulan puasa, saya oleng mungkin kurangnya asupan air minum karena berpuasa. Saya merasakan sakit yang sangat hebat nyeri, mual, pusing, menggigil tak tau seperti ingin tak sadaran diri, lalu temen saya membawa ke salah satu dokter disemarang (read : setelah lulus saya bekerja disalah satu perusahaan swasta disemarang), dokter menganjurkan agar saya cepat melakukan tindakan ESWL, mumpung belum besar batunya (kata Bu Dokter). Yahhh…….saya masih berfikir berulang kali karena seumur2 sayapun tak pernah sakit seberat ini yg harus bolak balik ke-RS, gak kebayang juga sampai opname apalagi sampai memasuki ruang operasi semua mnjadi momok menakutkan bagi saya wakt itu. hmmmm….

Setelah usai berobat saya rasa obatnya tak cukup membuat perut saya menjadi reda nyerinya, daya tahan tubuh semakin melemah dan akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke Kudus. Jarak Semarang-Kudus deket sih kurang lebih 1,5 jam- 2 jam-an. Kmudian harinya keluarga memutuskan untuk membawa saya ke RS (2) daerah Kudus, waktu itu sudah malem sekitar jam 10 dan petugas bagian USG pun sudah pulang, saya disana hanya sekedar rawat jalan lalu dokter memberi rujukan ke RS (1). Lewat 1 hari kemudian saya menuju RS (1) sesampai disana saya langsung tindakan USG teryata batu udah bertambah ukuran dan nggak cuma satu, waktu itu ada 3 yg paling besar ukuran 0,9mm ? . Gak kebayang kan didalam ginjal terdapat batu segede itu …hmmmmmm ya sudahlah saya masih tetap bersyukur karena masih dapat diatasi. 2hari kemudian keluarga memutuskan saya untuk di rujuk ke RS Kariyadi Semarang (RS Ke- 3).

well, hari per-1 di Karyadi saya bertemu dokter lalu dokter menyarankan saya untuk check laborat+rontgen terlebih dahulu, disana saya diberi obat2an + semacem obat dulcolax. Malamnya saya disuruh berpuasa untuk check up hari ke-2. Hari ke – 2 saya masuk tindakan di ruangan Fluoroscopy, disana saya sperti dirontgen untuk mengetahui detail organ didalam tubuh. Hari ke-3 hasil rontgen di check oleh dokter, dan alhamdulillahnya dokter menganjurkan ESWL jadi ndak operasi (legaaaaa…dalam batin saya ? ). Namun…saya harus menjalani teropong terlebih dahulu dikarenakan batu saya ada yg terdapat disaluran ureter sekaligus akan di pasang DJ-Stent (semacam selang gitu yg panjangnya kurang lebih 30cm ? (gak kebayang kan sepanjang itu dan tindakan teropong itu termasuk operasi kecil yang harus aku jalani ?? ckckck).
DJ Stent

Selanjutnya saya di rujuk ke RS Telogorejo Semarang (4) karena tau sendiri kn guys betapa banyaknya pasien di RS Kariyadi Semarang dan kata dokter saya harus segera diatasi karena ginjal kiri saya agak tersumbat menyebabkan sedikit bengkak.

Deuuuhhhh…deg-degan, ini adalah tahap dimana saya baru pertama kali memasuki ruang operasi untuk tindakan teropong dan pemasangan DJ-Stent. Rasanya udah panas dingin aja tubuh waktu itu, saya hanya pasrah. Taraa……..kurang lebih 1 jam-an kali ya atau 1,5 jam-an saya sudah sadar dari pembiusan dan keluar dari ruang operasi, sakitttkah???? ndak begitu sakit paling nyeri dan rasa anyang2en yg aneh dan sangat mengganggu. Lalu keesokan harinya dilanjutkan tindakan ESWL/Tembak Laser di RS Roemani Semarang (5), kenapa disana ? entahlah saya hanya mengikuti perintah dokter saja yg penting semangat buat sembuh guys ? .

RS Roemani Semarang (5), yakkk …saya akhirnya sampai di RS tersebut, sebelumnya saya dari RS Telogorejo dijemput menggunakan ambulance (kebayang kn…itu pertama kaliya saya naik kursi roda & ambulance, kapok dan gk mau lagi ? ). Saya langsung dibawa keruang ESWL untuk melakukan pemecahan batu ginjal dengan cara tembak laser / ESWL. Well….ketika saya masuk ruangan ternyata ndak sengeri waktu masuk ruangan operasi, disana lumayan bisa bikin perasaan saya agak tenang  (halah baper ? ) terdengar sayup2 stelan suara music yg membuat saya menjadi ngantuk. Btw nih…. ESWL ternyata ndak sesuram yang saya bayangkan, saya cuman mendengar suara seperti ketukan ketika gelombang kejut ditembakkan ke arah batu ginjal nya, ada rasa sperti dijebret pake karet jika tegangan di naikkan rasanya nyeri ntah karena akunya yang kurus atau gimana, yang jelas ketahanan tubuh perorang berbeda. waktu berjalan menit demi menit hingga saya ketiduran didalam mungkin juga karena stelan music nya yg ngeslow dan hening karena didalam cuman saya sendirian sedangkan dokter dan suster ada disebelah kamar saya untk memantau tembakan tersebut.

And then setelah semua selesai saya dibolehkan pulang dan ndak harus opname. (horeeee…….seneng banget karena esok hari sudah lebaran Iedul Fitri ? ), namun saya tetap dianjurkan untuk control. Setelah 2 minggu saya kembali control kali ini bukan di RS yang sama melainkan saya harus pindah legi ke RS Elisabeth Semarang (6) mungkin karena dinas dokternya pindah2 maybe. Well, ternyata hasil control membaik, tp dokter menyarankan saya untuk lanjut ESWL ke-2 di Jakarta karena batu ginjal saya belum sempurna hancur, saya mengikuti saran dari dokter karena saya yakin ndak ada usaha yang sia-sia.

Oktober ,……yah….bulan oktober akhir saya berangkat kejakarta tepatnya di RS Omni Jakarta (7), sampai disana saya langsung tindakan ESWL/Tembak Laser ke-2. Enggg ing eeenggg……ternyata penembakan laser yang ke-2 ini saya ndak merasakan begitu sakit seperti sebelumnya, mungkin disini alatnya lebih canggih. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. 5 hari kemudian saya dijadwalkan untuk pelepasan stent, ini adalah hal yang paling saya nanti-nanti karena jika masih terdapat stent, rasa yang saya rasakan setiap hari melakukan aktivitas selalu tak nyaman bahkan rasa nyeri & lemas sering menghampiri.

Hari-hari yang saya tunggu akhirnya datang juga, yah tepat hari jum’at tanggal 30 Oktober 2015. Saya sekeluarga meluncur ke RS Panti Wilasa Semarang (8), kali ini beda RS lagi mungkin Dokter lagi dinas disana jadi saya mengikuti schedule yang sudah kami rencanakan bersama. Dag dig dug….tangan kaki sontak terasa dinginn beku, karena akan memasuki ruang operasi lagi dimana ruangan yang amat nggak buanget buat saya ? tapi saya harus menjalaninya. Pelepasanpun berlangsung singkat hanya kisaran waktu 5-10 menit, ndak sesuram yang saya bayangkan, beda dengan waktu teropong dan pemasangan. Akhirnya rasa lega bahagia luar biasa yang saya rasakan perut sudah ndak anyang-anyangan dan saya boleh langsung pulang tanpa rawat inap. Sesampai dirumah ketika saya buang air kecil satu pecahan batu keluar bersama urin ukurannya lumayan …iya lumayan menyakitkan dibagian saluran air seni terasa panas nyeri tapai itu wajar, liat batu nya yang keluar itulegaa rasanya….. ?

Itulah kisah perjalanan pengobatan batu ginjal saya melalui metode tembak laser/ESWL, 8 Rumah Sakit sudah saya kunjungi. Alhamdulillah sekarang saya sudah ndak tersiksa lagi dengan rasa sakit yang sebelumnya saya alami, hampir tiap minggu dulu pasti kumat nyerinya. So…. bagi yang terkena batu ginjal jangan takut guys karena tak ada usaha yang sia-sia, Allah pasti akan menolong untuk hambanya yang berusaha. Bagi yang sehat dijaga tubuhnya — syemangat, perbanyak minum air putih kalo bisa jangan rebusan dari air sumur ya guys karena terkadang masih terdapat endapan kapurnya, dan jangan takut, dijalani saja dan berusaha ?.

Sumber

Apa obat tradisional untuk batu ginjal?

tags: Tips