Home » Penyakit » Pengertian Cystic Fibrosis dan Pengobatannya

Pengertian Cystic Fibrosis dan Pengobatannya

Sunday, October 15th 2017. | Penyakit

Pengertian Cystic Fibrosis dan PengobatannyaCystic fibrosis alias fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket, jadi menyumbat saluran-saluran di dalam tubuh.

Dampak penyumbatan ini beberapa organ, khususnya paru-paru dan sistem pencernaan, mengalami gangguan dan bahkan kerusakan.

Pengertian Cystic Fibrosis dan Pengobatannya

Pengertian Cystic Fibrosis dan Pengobatannya

 

Pengertian Cystic Fibrosis dan Pengobatannya

Beberapa gejala yang bisa muncul ketika kondisi ini menyerang paru-paru adalah:

Batuk berkepanjangan
Muntah
Asma alias susah bernapas
Mengi

Batuk terjadi ketika tubuh berusaha membersihkan paru-paru dari lendir yang kental, dan gejala ini adalah yang paling umum.

Selain gejala-gejala di atas, infeksi paru-paru juga rentan dialami oleh penderita fibrosis kistik. Infeksi ini bisa menjadi makin parah dan berpotensi menular antar sesama penderita fibrosis kistik dampak berkembang biaknya bakteri.

Di dalam sistem pencernaan, saluran pankreas juga bisa tersumbat oleh lendir. Dengan tersumbatnya pankreas, maka otomatis enzim pencernaan yang dihasilkan oleh organ tersebut tak bisa mencapai usus untuk menolong proses pencernaan mengkonsumsian.

Itu sebabnya penderita fibrosis kistik yang mengalami gangguan pada sistem pencernaannya bakal mengalami gejala-gejala semacam:

Penurunan berat badan alias bahkan pertumbuhan yang terhambat dampak mengkonsumsian yang tak tercerna dengan baik jadi penderita ketidak lebihan nutrisi alias malanutrisi.
Tekstur tinja yang menggumpal, berminyak, dan berbau tajam.

Pada bayi yang baru lahir, fibrosis kistik bisa menyumbat proses pembuangan kotoran awal alias meconium yang umumnya keluar di hari pertama alias hari kedua kelahiran mereka.

Kotoran yang berwarna hitam pekat tersebut menjadi susah melalui usus sebab teksturnya berubah menjadi makin padat. Kondisi ini dinamengkonsumsi meconium ileus dan penanganannya hanya bisa diperbuat melalui operasi.

Selain meconium ileus, bayi yang lahir dengan fibrosis kistik juga rentan mengalami gejala sakit kuning.
Gejala Cystic Fibrosis Lainnya
Seseorang yang mempunyai penyakit cystic fibrosis alias fibrosis kistik juga bakal rentan terkena:

Infeksi hidung, semacam polip hidung dan sinusitis.
Diabetes, dampak pankreas tak bisa memproduksi insulin yang cukup.
Kemandulan pada pria dampak terkendalanya saluran yang mengangkat sperma, dan kemandulan pada wanita dampak terganggunya siklus menstruasi dan tebalnya cairan di dinding rahim.
Inkontinensia urin sebab hilangnya kontrol otomatis dari kandung kemih jadi urin bisa merembes keluar kapan saja.
Gangguan hati.

Pada tiap penderita fibrosis kistik, gejala yang berkembang bisa tak sama-beda, tetapi yang paling penting adalah Kamu mengenali gejala tersebut sejak dini khususnya pada anak Anda. Oleh sebab itu, temuilah dokter apabila anak Kamu kerap mengalami mengi, sesak napas, batuk-batuk bahkan dahak bercampur darah, demam, infeksi paru-paru, mudah lelah saat meperbuat aktivitas, dan pertumbuhan berat badan yang lambat alias statis bahkan mempunyai jari-jari tabuh.

Bagi Kamu yang mempunyai anak penderita fibrosis kistik, segera temui dokter apabila mengi, batuk, alias gejala lainnya yang dialami makin parah, khususnya sampai menyebabkan anak Kamu kesusahan bernapas.
Penyebab Cystic Fibrosis
Cystic fibrosis alias fibrosis kistik adalah penyakit keturunan alias didapat seseorang dari orang tuanya dampak adanya perubahan genetika. Perubahan genetika ini memengaruhi pergerakan air dan garam pada sel-sel tubuh yang bertugas memproduksi lendir jadi kadar kekentalan dan kelengketan lendir tersebut menjadi sangat tinggi.

Lendir-lendir yang kental dan lengket ini kemudian menumpuk dan menyumbat beberapa saluran di dalam organ tubuh, semacam sistem pencernaan, paru-paru, dan organ lainnya, yang pada akhirnya memunculkan radang dan infeksi berulang, dan kerusakan pada organ-organ tersebut.
Diagnosis Cystic Fibrosis
Diagnosis untuk mengenal kehadiran cystic fibrosis alias fibrosis kistik bisa diperbuat sejak bayi baru lahir. Tujuannya supaya pengobatan bisa diperbuat sedini mungkin apabila kondisi ini nyatanya diidap mereka.

Salah satu tipe pemeriksaan yang umum diperbuat adalah tes sampel DNA. Di dalam metode ini, kerusakan pada gen berperan besar menyebabkan fibrosis kistik diperiksa. Sampel DNA bisa diambil dari air liur alias darah bayi.

Jenis pemeriksaan lainnya adalah tes sampel keringat. Sama semacam pemeriksaan DNA, tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengenal adanya fibrosis kistik melalui kadar garam keringat. Tes sampel keringat biasanya telah bisa diperbuat saat baru berumur satu bulan.

Pemeriksaan bakteri pada air liur dan pemindaian yang terdiri dari CT scan, MRI scan, dan pemindaian X-ray / rontgen bisa diperbuat untuk mengenal tingkat kerusakan paru-paru.

Selain itu ada pemeriksaan manfaat organ untuk mengukur tingkat kesehatan organ hati dan pankreas. Metode ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi adanya gejala diabetes dan biasanya diperbuat dengan cara berkala seusai pasien berumur sepuluh tahun.

Jenis pemeriksaan lanjutan yang keempat adalah pemeriksaan manfaat paru-paru untuk mengenal seberapa cepat pasien bernapas, besarnya volume udara yang dihirup alias dihembuskan, dan seberapa baik organ tersebut dalam mengedarkan oksigen ke darah.

Tujuan seluruh pemeriksaan lanjutan ini adalah untuk mengenal perkembangan gejala dan mengendalikannya supaya tak makin parah.
Pengobatan Cystic Fibrosis
Sebetulnya cystic fibrosis alias fibrosis kistik adalah kondisi yang tak bisa disembuhkan. Penanganan yang diperbuat hanya sebatas untuk meredakan gejala, mencegah munculnya beberapa komplikasi dan infeksi-infeksi jangka panjang yang merusak, dan menolong penderita menjalani aktivitas dalam kenasiban sehari-hari dengan cara lebih mudah.

Pengobatan mutlak fibrosis kistik adalah memakai antibiotik untuk melawan infeksi di dalam paru-paru. Bentuk konsumsi antibiotik ini bermacam-macam, ada yang diminum sebagai kapsul, pil, alias sirup, tapi ada juga yang diinfus. Contoh-contoh obat antibiotik untuk fibrosis kistik di antaranya tobramycin dan ciprofloxacin.

Selain antibiotik, dokter juga bisa meresepkan obat-obatan untuk mengurangi peradangan, semacam predisone alias fluticasone yang masuk ke dalam golongan kortokosteroid, cromolyn yang masuk ke dalam golongan penstabil membran, dan ibuprofen yang masuk ke dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid.

Obat-obatan pengendali volume dan pengurang kekentalan lendir di dalam paru-paru juga adalah tahap dari pengobatan yang umumnya diresepkan untuk penderita fibrosis kistik. Contoh obat-obatan ini adalah hypertonic saline alias golongan larutan garam, dan acetylcysteine yang masuk ke golongan mukolitik. Tidak hanya bisa mengendalikan lendir di dalam paru-paru, mukolitik juga bisa mengurangi kadar kekentalan lendir di dalam usus.

Untuk memperlebar saluran pernapasan supaya napas menjadi lega dan mengeluarkan lendir melalui batuk, dokter bisa meresepkan obat-obatan, semacam atrovent, yang masuk ke dalam golongan antikolinergik, dan salmeterol yang masuk ke dalam golongan bronkodilator.
Metode Penanganan Cystic Fibrosis Lainnya
Selain melalui konsumsi obat-obatan, gejala-gejala cystic fibrosis alias fibrosis kistis juga bisa diobati melalui beberapa terapi di bawah bimbingan dokter, semacam:

Fisioterapi untuk membersihkan lendir di dalam paru-paru.
Terapi siklus pernapasan.
Terapi oksigen.
Terapi latihan fisik dan olahraga untuk menjaga postur tubuh dan memobilisasi otot dan sendi-sendi di kurang lebih dada, pundak, dan punggung.
Terapi perubahan posisi supaya lendir mudah keluar dari paru paru. Teknik ini disebut juga postural drainage.

Penanganan Cystic Fibrosis dengan Operasi
Penanganan cystic fibrosis alias fibrosis kistik dengan prosedur operasi kemungkinan bakal disarankan oleh dokter apabila gejala yang ada telah makin parah dan tak bisa lagi ditangani dengan obat-obatan alias metode lainnya. Pada permasalahan fibriosis kistik dengan gejala paru-paru yang berhenti bermanfaat, operasi transplantasi paru-paru mungkin adalah satu-satunya tutorial yang paling manjur untuk memperpanjang usia penderita, walau operasi ini sendiri termasuk sangat berisiko.

tags: Penyakit