Home » Penyakit » Pengertian Bisul dan Pengobatannya

Pengertian Bisul dan Pengobatannya

Sunday, October 15th 2017. | Penyakit

Pengertian Bisul dan PengobatannyaBisul merupakan benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan ini timbul dampak infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut, yakni celah tempat rambut tumbuh.

Bagian tubuh yang paling tak jarang diserang bisul merupakan wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, dan paha. Ini terjadi sebab bagian-bagian tersebut tak jarang mengalami gesekan dan berkeringat. Bisul juga bisa tumbuh pada kelopak mata, kondisi inilah yang biasanya kami kenal dengan istilah bintitan.

Pengertian-Bisul-dan-Pengobatannya

Pengertian-Bisul-dan-Pengobatannya

Pengertian Bisul dan Pengobatannya

Gejala-gejala Bisul
Gejala mutlak pada bisul merupakan munculnya benjolan merah pada kulit. Pada bagian awal, ukuran bisul biasanya kecil dan kemudian disertai dengan:

 

Kulit di kurang lebih benjolan memerah, bengkak, dan terasa hangat apabila disentuh. Ini mengindikasikan bahwa infeksi telah menyebar ke kulit sekelilingnya.
Benjolan bertambah besar dan berisi nanah.
Terbentuk titik putih di bagian puncak benjolan.

 

Keadaan ini jarang yang membutuhkan penanganan medis oleh dokter, sebab bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Walau demikian, Kamu sebaiknya mengecekkan diri ke dokter apabila mengalami bisul yang:

 

Menyebabkan demam.
Semakin membesar (diameter di atas 5 cm) dan terasa sangat sakit.
Tumbuh lebih dari satu buah di lokasi yang sama. Tipe ini dikenal dengan bisul sabut alias karbunkel, dan kondisi ini termasuk infeksi yang lebih serius.
Tumbuh di dalam hidung, di wajah, alias tulang belakang.
Tak kunjung sembuh selagi lebih dari 14 hari.
Tak jarang kambuh.
Mempunyai persoalan dengan sistem imun alias dalam pengobatan yang menganggu sistem imun dan timbul bisul.

 

Penyebab dan Komplikasi Bisul
Penyebab mutlak bisul merupakan bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini bisa ditemukan pada kulit dan di dalam hidung manusia tanpa memicu infeksi apa pun. Infeksi terjadi apabila bakteri masuk sampai ke folikel melewati luka gores alias gigitan serangga.

 

Bakteri dari bisul alias karbunkel terkadang bisa menyebar ke bagian lain tubuh. Bila menyebar di lapisan kulit bakal timbul selulitis, impetigo (luka melepuh), bahkan bisa menyebar ke tulang (osteomielitis). Penyebaran ini bakal memicu terjadinya sepsis yang berpotensi menyebabkan infeksi pada organ-organ tubuh, umpama jantung. Tidak hanya itu, bisul juga umumnya bisa meninggalkan bekas luka.

Faktor Risiko Bisul
Bisul bisa terjadi pada siapa saja dan ada berbagai hal yang diduga bisa menambah risiko seseorang. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

 

Kontak langsung dengan pengidap. Risiko penyakit menular ini bakal meningkat apabila Kamu tak jarang berhubungan langsung dengan pengidap, umpama sebab tinggal serumah.

Usia dan tipe kelamin. Bisul lebih tak jarang menyerang remaja, khususnya yang berjenis kelamin laki-laki.
Kebersihan yang tak terjaga, pribadi maupun lingkungan.
Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya sebab mengidap HIV, menjalani kemoterapi, alias mengidap diabetes.
Mengalami persoalan kulit, umpama tak jarang berjerawat.

 

Pengobatan Bisul

Bisul umumnya bisa disembuhkan dengan langkah ringkas di rumah dan jarang memerlukan penanganan medis oleh dokter. Berbagai tutorial sederhana yang bisa kami perbuat untuk mempercepat penyembuhan merupakan:

 

Mengompres bisul dengan air hangat. Perbuatlah setidaknya tiga kali sehari. Langkah ini bakal mengurangi rasa sakit sekaligus mendorong nanah untuk berkumpul di puncak benjolan.
Bersihkan bisul yang pecah dengan kain kasa beserta alkohol dan sabun anti-bakteri. Jangan lupa untuk membubuhkan obat oles dan membungkus bisul yang pecah dengan kain kasa steril.
Gantilah perban setidak jarang mungkin (dua sampai tiga kali sehari).
Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah mengobati bisul.

 

Pastikan Kamu tak memecahkan bisul dengan paksa. Proses ini bisa memperparah infeksi sekaligus menyebarkan bakteri jadi berpotensi memicu komplikasi. Kami dianjurkan menantikan sampai bisul tersebut pecah sendiri.

 

Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit alias analgesik untuk mengurangi nyeri. Contohnya, paracetamol alias ibuprofen.

 

Untuk menanggulangi bisul berkapasitas besar alias karbunkel, bantuan dokter umumnya diperlukan. Dokter biasanya bakal membedah bisul guna mengeluarkan nanah. Obat antibiotik juga mungkin bakal diresepkan bagi Kamu untuk menangani bisul:

 

Dengan infeksi yang parah.
Yang kambuh.
Disertai demam.
Disertai komplikasi.

 

Durasi pemakaian antibiotik pun wajib sangatlah sesuai dengan resep dokter walau bisul telah sembuh. Ini diperbuat supaya bakteri pemicu infeksi sangatlah musnah.

tags: Penyakit