Home » Penyakit » Pengertian Balanitis dan Pengobatannya

Pengertian Balanitis dan Pengobatannya

Sunday, October 15th 2017. | Penyakit

Pengertian Balanitis dan PengobatannyaBalanitis adalah peradangan pada ujung kepala penis (glans penis) yang dikarenakan oleh beberapa hal. Infeksi yang terjadi akibat balanitis tidak jarangkali juga menyebabkan peradangan pada kulit yang menutupi penis pada penis yang tidak dikhitan (preputium). Beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya balanitis antara lain adalah infeksi jamur, infeksi bakteri, penyakit menular, iritasi kulit, serta kelainan kulit lainnya.

Pengertian Balanitis dan Pengobatannya

Pengertian Balanitis dan Pengobatannya

Pengertian Balanitis dan Pengobatannya

Balanitis bisa terjadi pada siapa saja serta pada usia berapapun. Balanitis tidak jarang terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun serta pada laki-laki dewasa yang tidak dikhitan. Kurang lebih satu dari 25-30 orang yang tidak dikhitan mengalami balanitis.
Gejala Balanitis
Gejala yang umum timbul pada penis yang terkena balanitis antara lain:

Kemerahan pada kepala penis berupa bercak merah sampai memerah seluruhnya.
Lepuh (ulcer) pada penis.
Iritasi.
Terasa keras, kering, alias kaku.
Kepala penis membengkak.
Nyeri.
Terkadang keluar cairan kental dari bawah preputium yang memunculkan aroma tidak sedap akibat infeksi bakteri anaerob alias Streptococcus sp.
Rasa tidak enjoy saat buang air kecil.
Susah untuk hebat preputium (fimosis).
Pada beberapa permasalahan menyebabkan impotensi.
Memunculkan limfoadenopati.
Susah untuk memasang kateter Foley.
Gatal.
Gejala sistemik semacam demam alias mual, tetapi jarang terjadi.

Penyebab Balanitis
Tersedia beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena balanitis, antara lain:

Tidak menjaga kebersihan alat kelamin. Apabila seseorang yang belum dikhitan tidak menjaga kebersihan alat kelaminnya, kemudian ditambah faktor ketatnya kulup (preputium), bisa memunculkan iritasi akibat cairan pada alat kelamin (smegma). Smegma adalah cairan kotor yang terbentuk di bawah kulup pada ujung alat kelamin yang tidak dikhitan. Faktor ini adalah penyebab mutlak terjadinya balanitis.
Infeksi menular seksual. Infeksi menular seksual terkadang bisa menyebabkan balanitis, khususnya apabila seseorang menderita peradangan pada saluran kemih (uretra). Beberapa macam penyakit infeksi menular seksual (umpama herpes genital, klamidia, alias gonorea) bisa menyebabkan balanitis. Gejala yang timbul pada balanitis akibat infeksi menular seksual biasanya berupa rasa nyeri pada saat kencing serta keluar cairan dari uretra.
Infeksi menular nonseksual. Beberapa macam mikroba yang normalnya nasib pada kulit bisa memunculkan penyakit infeksi. Penyebab mutlak terjadinya balanitis akibat infeksi nonseksual adalah jamur tipe Candida sp. Candida sp juga adalah jamur yang menyebabkan infeksi vagina serta keputihan pada wanita. Candida sp umumnya nasib di permukaan kulit pada kondisi normal, tetapi pada waktu tertentu bisa memunculkan infeksi. Beberapa tipe bakteri juga bisa memunculkan balanitis pada anak-anak maupun laki-laki dewasa. Infeksi lebih mudah terjadi apabila seseorang mempunyai kondisi sebagai berikut:
Mengalami inflamasi pada penis diakibatkan alergi alias iritasi.
Menderita diabetes. Kandungan gula pada urin bisa menjadi sumber mengkonsumsian bagi bakteri apabila sisa urin pada penis seusai kencing tidak dibersihkan dengan baik.
Menderita fimosis. Fimosis adalah kondisi kulit yang menyebabkan kulup (preputium) tidak bisa ditarik jadi kepala penis tidak bisa dibersihkan. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak di bawah 5 tahun.
Alergi serta iritasi. Kulit kepala penis sangat sensitif serta bisa bereaksi terhadap beberapa senyawa kimia alias zat lain. Contoh faktor yang bisa memunculkan iritasi pada kepala penis adalah:
Sel kulit mati, keringat, urin serta benda lain bisa terkumpul di bawah kulup.
Beberapa tipe sabun serta desinfektan.
Menggosok alias mencuci kepala penis dengan cara berlebihan.
Kondom, spermisida, lubrikan yang dipakai pada saat berhubungan seksual.
Senyawa kimia yang terkena pada tangan bisa tentang kepala penis apabila tidak dibersihkan sebelum ke toilet.
Deterjen alias sabun cuci yang tidak terbilas dengan baik serta tertinggal di celana dalam.

Selain faktor-faktor penyebab di atas, kondisi tertentu pada kulit juga bisa menyebabkan balanitis alias penyakit lain yang terkesan semacam balanitis, umpama psoriasis alias kanker kulit. Kanker kulit pada penis bisa terkesan semacam peradangan biasa, oleh sebab itu dianjurkan untuk meperbuat pemeriksaan ke dokter terkait kondisi peradangan penis.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang bisa menambah risiko seseorang terkena balanitis antara lain adalah:

Diabetes melitus.
Pemakaian antibiotik oral.
Kebersihan yang kurang baik pada laki-laki yang tidak dikhitan.
Daya tahan tubuh yang rendah.
Iritasi akibat fisik alias kimia pada kepala penis.

Mikroba Penyebab Balanitis
Berikut ini adalah jenis-jenis mikroba yang bisa menginfeksi penis serta memunculkan balanitis, di antaranya:

Jamur Candida sp
Bakteri Staphylococcus sp
Bakteri Streptococcus sp
Bakteri Gardnerella vaginalis
Jamur Trichomonas sp
Bakteri Borrelia vincentii
Bakteri Treponema pallidum
Bakteri Entamoeba histolytica
Beberapa tipe bakteri anaerob
Herpesvirus
Human Papilloma Virus

Diagnosis Balanitis
Dokter bisa mendiagnosis balanitis dengan menonton tanda-tanda kemerahan serta radang pada kepala penis. Dengan adanya tanda-tanda radang pada kepala penis, dokter bisa langsung memberbagi rekomendasi serta pengobatan standar terhadap pasien untuk menanggulangi peradangan tersebut. Metode diagnosis lain yang bisa diperbuat adalah:

Mengambil sampel dengan memakai cotton swab untuk menentukan kehadiran mikroba yang memunculkan infeksi serta inflamasi.
Meperbuat pemeriksaan kadar gula darah pada pasien diabetes.
Memberbagi rujukan terhadap dokter spesialis kulit kelamin apabila diduga infeksi balanitis diakibatkan oleh penyakit menular seksual. Pasangan yang terlibat aktivitas seksual juga wajib diperiksa sebab dikhawatirkan terkena penyakit tersebut.
Memberbagi rujukan terhadap dokter spesialis kulit apabila diduga infeksi balanitis diakibatkan kelainan pada kulit.
Apabila peradangan masih terjadi, bipilihan kepala penis bisa diperbuat untuk mengecek struktur kulit melewati mikroskop.
Meperbuat kultur mikroba yang berasal dari cairan infeksi balanitis untuk menentukan penyebab infeksi balanitis.
Meperbuat pemeriksaan serologi untuk penyakit sifilis.
Meperbuat pengecekan titer virus Human Papiloma Virus serta HIV.
Meperbuat pemeriksaan potasium hidroksida untuk menentukan kehadiran adanya Candida sp.

Pengobatan Balanitis
Pengobatan balanitis diperbuat bergantung terhadap penyebabnya. Beberapa metode-metode pengobatan balanitis adalah sebagai berikut:

Krim serta tablet anti jamur untuk pengobatan balanitis yang dikarenakan oleh infeksi Candida. Contoh obat yang bisa dipakai adalah nistatin, klotriazol, fluconazol, mikonazol, serta imadiazol.
Antibiotik untuk pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Beberapa tipe antibiotik yang bisa dipakai adalah penisilin, fluksoksasilin, serta eritromisin. Untuk infeksi batkeri anaerobik bisa dipakai metronidazol, koamiksoklaf, serta klindamisin.
Krim steroid ringan untuk mengobati balanitis yang diakibatkan oleh inflamasi alias alergi. Terkadang krim steroid dipakai sebagai tambahan pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi untuk mengurangi peradangan. Bakal tetapi butuh diingat bahwa steroid tidak boleh dipakai sendiri sebab bakal memperparah infeksi yang terjadi.
Khitan. Apabila balanitis tidak jarang terjadi berulang serta penderita mempunyai kondisi fimosis, pengobatan paling baik adalah dengan dikhitan.

Hal-hal sederhana yang bisa diperbuat untuk meredakan gejala balanitis adalah sebagai berikut:

Menghindari pemakaian sabun pada alat kelamin ketika terjadi inflamasi.
Memakai krim pelembab (moisturizer) sebagai pengganti sabun untuk membersihkan alat kelamin.
Memakai air hangat untuk membersihkan alat kelamin, lalu dikeringkan dengan cara perlahan.
Mandi dengan memakai air asin.

Selama menjalani pengobatan balanitis yang tidak dikarenakan infeksi menular seksual, penderita boleh saja meperbuat aktivitas seksual dengan pasangan. Tetapi betapa baiknya aktivitas seksual dihindari sebab dikhawatirkan bisa memunculkan rasa sakit pada penis.

Apabila balanitis dikarenakan oleh infeksi menular, maka penderitanya tidak dibolehkan untuk meperbuat aktivitas seksual, sebelum pengobatan berakhir serta gejala hilang, sebab dikhawatirkan bakal menularkan penyakit terhadap pasangan.
Pencegahan Balanitis
Balanitis bisa dicegah dengan hal-hal sebagai berikut:

Bersihkan penis dengan cara selalu setiap hari memakai sabun. Untuk orang yang belum dikhitan, pastikan untuk membersihkan kepala penis serta dibilas memakai air. Seusai dibersihkan, keringkan kepala serta badan penis sebelum memakai celana dalam.
Apabila gejala balanitis berkaitan dengan pemakaian kondom, gunakan kondom khusus yang dibangun untuk kulit sensitif.
Apabila bekerja memakai senyawa kimia berbahaya, pastikan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum buang air kecil.
Memakai kondom pada saat meperbuat aktivitas seksual dengan pasangan baru.
Mengontrol kondisi diabetes serta penyakit kronis lain yang mungkin berakibat pada balanitis.
Mengurangi berat badan apabila mengalami obesitas.

Komplikasi Balanitis
Apabila tidak ditangani lebih lanjut, balanitis bisa menyebabkan persoalan-persoalan kesehatan lain, semacam:

Nyeri sendi.
Ruam dibagian kulit yang lain.
Mulut kering.
Pembengkakan kelenjar.
Demam.
Mual.
Letih.

tags: Penyakit